Mixology Adalah: Pengertian Profesi, Skill dan Bedanya dengan Bartender

Post on January 11, 2026

Mixology Adalah

Mixology adalah sebuah istilah yang sering kita dengar saat berkunjung ke fine dining, bar mewah, atau berbagai tempat party di Canggu dan Seminyak. Banyak orang salah kaprah dan menyamakan mixologist dengan bartender, padahal keduanya memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. 

Placeholder Image

Meski sama-sama bekerja di balik meja bar, mixologist lebih berfokus pada seni dan ilmu mencampurkan minuman secara mendalam untuk menciptakan rasa yang unik. Yuk mengenal lebih jauh tentang apa itu mixology dan bagaimana hal ini berkembang sebagai profesi yang cukup diminati di masa kini. 

Apa itu Mixology?

Apa itu Mixology?
Image Source: Canva

Jika dilihat definisi dari Merriam Webster, Mixology sendiri adalah sebuah seni atau skill untuk mencampurkan minuman. Tidak sekedar mencampur minuman tapi ada pengetahuan dan keterampilan tingkat lanjut tentang menggabungkan elemen kimia, sejarah, dan estetika. 

Berbeda dengan pembuatan minuman standar, minuman mixology biasanya melibatkan bahan-bahan khusus yang dibuat sendiri seperti sirup, bitters, hingga hiasan organik yang eksotis.

Perbedaan bartender dan mixology terletak pada fokus pekerjaannya di mana bartender menitikberatkan pekerjaannya pada layanan pelanggan, kecepatan, dan operasional bar secara keseluruhan. Sementara itu, mixology lebih fokus  pada pengembangan resep baru dan inovasi rasa yang belum pernah ada sebelumnya.

Apa itu Mixologist?

Mixologist
Image Source: Canva

Melansir dari majalah Forbes, mixologist adalah sebutan bagi profesional yang mempraktikkan seni mixology dengan ketelitian tinggi. Mereka tidak hanya menuangkan cairan ke dalam gelas, tetapi juga memahami bagaimana molekul rasa berinteraksi satu sama lain untuk menciptakan harmoni yang sempurna sehingga sering dikaitkan sebagai eksperimen sains.

Seorang mixologist tidak hanya bekerja di klub malam, tapi mereka juga sering merancang menu minuman untuk hotel sebagai bagian dari food and beverage service untuk memberikan kepuasan pada tamu. 

Sejarah Mixology

Sejarah Mixology
Image Source: Pinterest @rwilson

Dilansir dari Heritage Lounge, praktik mencampur minuman sudah dimulai sejak peradaban kuno (Mesir, Yunani, dan Romawi) yang mencampur anggur dengan rempah dan madu. Istilah “cocktail” sendiri muncul secara tertulis pada tahun 1806 di Amerika Serikat, yang didefinisikan sebagai minuman stimulan yang terdiri dari alkohol, gula, air, dan bitters.

Pada abad ke-19, Mixology pun semakin populer dengan gaya yang semakin modern. Tokoh paling berpengaruh adalah Jerry Thomas, yang menulis buku resep koktail pertama di dunia pada tahun 1862. Pada masa ini, bartender mulai dianggap sebagai pengrajin terampil dan bar-bar ikonik mulai bermunculan di kota besar seperti New York dan London.

Meski tren ini sempat turun pada era larangan alkohol pada tahun 1920-1933, namun, pada akhir 1990-an terjadi “Cocktail Renaissance”. Generasi baru mixologist mulai menghidupkan kembali resep klasik, menggunakan bahan-bahan segar buatan sendiri, dan teknik kuliner tingkat lanjut. 

Mixology modern kini telah merambah ke berbagai sektor, termasuk munculnya tren mixology coffee dan tea mixology. Dalam kopi, teknik ini menggabungkan keahlian seorang barista dengan prinsip pencampuran rasa untuk menghasilkan mocktail kopi yang menyegarkan. 

Begitu pula dengan teh, di mana berbagai jenis daun teh diekstraksi dan dicampur dengan buah atau rempah menggunakan teknik mixology yang presisi. Saat ini dunia mixology pun terus berkembang dengan fokus sustainability, teknologi, dan inklusivitas. 

Teknik Dasar Mixology

Teknik Dasar Mixology
Image Source: Canva

Lisa Futterman, seorang travel writer yang juga ahli di bidang dining & spirits, melalui Alcohol Professor menjelaskan 5 teknik utama dari mixology yang ditampilkan dalam kompetisi mixology Netflix, Drink Masters. 

1. Fat Washing (Pencucian Lemak)

Teknik menambahkan lemak ke dalam alkohol untuk memberikan rasa dan tekstur (mouthfeel) yang lebih kaya dan berminyak. Cara kerjanya yaitu mencampur lemak cair seperti mentega cair atau minyak kacang, ke dalam alkohol pada suhu ruang, didiamkan, lalu didinginkan hingga lemak membeku sehingga mudah disaring dan dibuang.

Kalau kamu makan di restoran fine dining di Canggu atau Ubud, kamu biasanya menemukan beberapa minuman yang menggunakan lemak misalnya wiski yang dicampur dengan lemak foie gras.

2. Distilling (Distilasi)

Teknik ini merupakan proses pemanasan cairan hingga menjadi uap, lalu didinginkan kembali menjadi cair untuk mendapatkan ekstrak rasa yang sangat terkonsentrasi dan bening. Teknik ini dilakukan dengan memanaskan cairan dalam alat penyulingan (still), uapnya didinginkan dengan es, dan tetesan hasilnya dikumpulkan.

Contoh penerapan teknik ini adalah mengambil esensi rasa yang murni dari sebuah bahan dengan cara menyuling beberapa bahan seperti biji kakao, biji kopi, kulit pisang, hingga tapenade zaitun hitam. 

3. Spherifying (Sferifikasi)

Teknik ini merupakan teknik gastronomi molekuler untuk mengubah cairan menjadi bola-bola kecil kenyal, menyerupai jeli atau mutiara kaviar. Cara kerjanya adalah dengan mencampur bubuk agar-agar atau bahan kimia khusus ke dalam cairan hangat, lalu meneteskannya perlahan ke dalam wadah berisi minyak dingin hingga membentuk bola.

Teknik ini juga sering dilakukan di beberapa cafe di Canggu yang memiliki beberapa menu minuman unik. Sementara, Lisa Futterman mengambil contoh pada series ini dengan mengubah vermouth menjadi mutiara kecil atau membuat bola-bola dari purée buah ara.

4. Foams and Airs (Busa dan Udara)

Teknik ini bertujuan untuk menciptakan busa yang stabil namun ringan dari cairan berasa untuk diletakkan di atas minuman sebagai hiasan dan penambah aroma. Caranya bisa dilakukan dengan mencampurkan bubuk lesitin kedelai ke cairan lalu dikocok dengan immersion blender, atau menggunakan tabung sifon soda (N2O) untuk tekstur busa yang lebih padat.

Contoh yang diberikan oleh penulis ini adalah busa rasa mint-persik, markisa, hingga penggunaan pompa akuarium untuk menciptakan tekstur “udara” jalapeño.

5. Clarifying Milk Punch (Klarifikasi Susu)

Hal ini merupakan proses menjernihkan minuman dengan cara menggumpalkan susu secara sengaja untuk menghasilkan koktail yang bening kristal namun bertekstur lembut. Susu digumpalkan menggunakan asam (seperti jeruk) atau alkohol. 

Gumpalan tersebut kemudian disaring hingga menyisakan cairan bening yang kaya akan rasa whey. Contohnya seperti membuat milk punch dari teh oolong pandan hingga menggunakan sereal cocoa puffs untuk mendapatkan rasa susu yang unik.

Hal Menarik Dari Mixology

telang drink mix
Image Source: Canva

Salah satu hal paling menarik dari bar mixology, khususnya yang ada di Bali, adalah penggunaan bahan-bahan lokal yang tidak biasa, seperti bunga telang, batang serai, hingga cabai. Hal ini menciptakan pengalaman sensorik yang lengkap, mulai dari aroma yang tajam hingga presentasi visual yang memukau mata.

Selain itu, aspek sosial dalam dunia ini juga sangat kental, terutama dalam budaya memberikan apresiasi. Tidak heran, banyak pecinta minuman beralkohol akan memberikan tip untuk para pekerja di bidang mixology ini jika merasa terkesan dengan pelayanan dan minuman yang disajikan. 

Kesimpulan: Mixology Bukan Sekedar Minuman

Dunia mixology membuktikan bahwa segelas minuman bisa menjadi karya seni yang memerlukan dedikasi dan pengetahuan luas. Dengan memahami bahwa mixology adalah kombinasi antara kreativitas dan teknik, kita dapat lebih menikmati setiap kreasi yang disajikan oleh para ahli di balik bar.

Kalau kamu mau merasakan pengalaman mixology terbaik dengan standar pelayanan kelas dunia, Ini Vie Hospitality adalah pilihan yang tepat di Bali. Ini Vie Hospitality menyajikan pengalaman mewah yang dipadukan dengan kreativitas tak terbatas, termasuk kreasi minuman inovatif di setiap resort dan villa kami

Placeholder Image
Placeholder Image
Head office

Jl. Persada II No.888, Kerobokan, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361

+62 361 9346082info@inivie.comView on map
Subscribe

Receive latest offers and
promos without spam

2026 iNi ViE Hospitality. All Rights Reserved