Menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, eco-tourism menjadi sebuah wisata mendunia saat ini di kalangan para turis. Konsep ini cocok bagi Anda yang ingin berpartisipasi dalam menjaga lingkungan selama berlibur.
Ekowisata atu eco-tourism sendiri menjadi salah satu tipe wisata yang sedang dikembangkan di Bali. Saat ini pengelola hotel dan travel turut mendukung untuk meningkatkan parawisata yang berkelanjutan di Pulau Dewata. Penasaran seperti apa konsep ini? Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut.
Apa itu Eco Tourism?

Pada tahun 2026, istilah eco-tourism menunjukkan popularitas tinggi, terutama di kawasan wisata seperti Bali. Sektor wisata di Pulau Dewata berlomba untuk menawarkan konsep pariwisata ini kepada wisatawan yang sedang berlibur.
Berdasarkan laman Dinas Lingkungan Hidup, eco-tourism adalah salah satu kegiatan pariwisata yang mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, dan pembelajaran serta pendidikan.
Perbedaan ekowisata dan wisata biasa sendiri dapat dilihat dari tujuan utamanya. Ekowisata sendiri bertujuan untuk melakukan pemberdayaan lingkungan, sedangkan wisata biasa hanya berfokus pada hiburan.
Penting juga untuk mengetahui bahwa ekowisata memiliki sejarah cukup panjang. Berdasarkan UMSB, sejarah ekowisata memiliki kaitan erat dengan taman nasional pertama di dunia, yaitu Yellowstone National Park, di mana terdapat kunjungan warga ke kawasan taman nasional tersebut.
Berbeda dengan sport tourism yang sedang populer juga di kalangan para turis saat ini, eco-tourism memiliki beberapa manfaat tersendiri bagi pasangan yang berpartisipasi dalam bidang pariwisata ini, yaitu:
- Konservasi: Keterkaitan ekowisata dengan satwa terancam punah sangat erat. Dengan begitu, Anda dapat berpartisipasi dalam melestarikan, meningkatkan keanekaragaman hayati budaya, dan melindungi warisan alam serta budaya setempat agar tidak punah.
- Pemberdayaan ekonomi: Partisipasi Anda harus melibatkan masyarakat lokal dengan meningkatkan kapasitas, kesempatan kerja masyarakat, dan memberdayakan mereka guna melawan kemiskinan untuk pembangunan berkelanjutan.
- Pendidikan lingkungan: Ekowisata melibatkan pendidikan lingkungan untuk memperkaya pengalaman dan meningkatkan kesadaran lingkungan melalui interpretasi dalam proses wisata tersebut, sehingga Anda dapat mengerti manfaat dari ekowisata.
Seluruh manfaat ini dapat mengajarkan Anda untuk turut serta dalam menjaga alam selama berlibur di Bali. Sehingga mereka tidak akan merusak keindahan alam Pulau Dewata yang terkenal menakjubkan bagi banyak orang.
Pilar Utama Eco-Tourism

Ekowisata di Indonesia memiliki pilar utama yang mendukung keberlanjutan jenis wisata ini, terlebih di Pulau Dewata. Seluruh pilar ini menopang jalannya ekowisata selama pasangan sedang berlibur di Bali.
Dilansir lengkap dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut adalah empat pilar sustainable tourism yang harus diketahui oleh Anda jika ingin berpartisipasi dalam menjaga alam selama berlibur:
- Pengelolaan berkelanjutan (Bisnis Pariwisata)
- Ekonomi berkelanjutan jangka panjang (Sosio Ekonomi)
- Keberlanjutan budaya yang harus dikembangkan dan dijaga (sustainable culture)
- Aspek lingkungan (environmental sustainability)
Tidak berbeda jauh dengan wellness tourism, eco-tourism memiliki prinsip tersendiri yang membuat jenis wisata ini menjadi sebuah tren fantastis di tahun 2026, yaitu:
- Meminimalisir dampak fisik, sosial, perilaku, dan psikologis
- Membangun kesadaran lingkungan, budaya, dan rasa hormat
- Memberikan pengalaman positif bagi turis dan tuan rumah
- Memberikan manfaat keuangan langsung bagi konservasi atau pelestarian lingkungan hidup
- Menghasilkan keuntungan finansial bagi masyarakat lokal dan industri swasta
- Memberikan pengalaman interpretatif yang mengesankan bagi pengunjung untuk meningkatkan sensitivitas terhadap iklim politik, lingkungan, dan sosial tempat tujuan wisata
- Membangun dan mengoperasikan fasilitas atau infrastruktur dengan meminimalkan dampak lingkungan
- Mengakui hak-hak, keyakinan spiritual komunitas adat dan memberdayakannya
Berbekal empat pilar utama dan prinsip tersebut, tren ekowisata akan menjadi kegiatan berwisata yang dapat diminati oleh Anda. Tidak hanya berlibur, Anda akan memerhatikan protokol wisata yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kelestarian alam.
Contoh Eco Tourism di Bali
1. Tetebatu Walking Tour
Tetebatu Walking Tour akan mengajak berjalan bersama pendamping di area pesawahan yang asri dan terawat. Tidak hanya itu, Anda juga akan diajak mengunjungi air terjun dan Monkey Forest untuk melihat dan berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam yang indah.
2. Half Day Ubud Waterfall
Wisata ini akan mengajak Anda untuk menikmati air terjun di Ubud. Terdapat tour guide yang akan memandu turis untuk mengetahui bagaimana air terjun memiliki peran penting dalam kelestarian alam bagi warga lokal.
3. Bersepeda di Sanur
Bersepeda mengelilingi Sanur menjadi salah satu aktivitas eco-tourism. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengunjungi pasar lokal seperti “Pasar Senggol Sanur”.
4. Mangrove Tour
Salah satu contoh eco tourism yang bisa dilakukan oleh Anda adalah mangrove tour. Bali memiliki kawasan mangrove yang diberdayakan sebagai destinasi wisata. Dalam tur mangrove ini, Anda akan diajak mengelilingi hutan mangrove menggunakan kayak untuk mengetahui pentingnya mangrove bagi kelestarian alam yang ada di Bali.
5. Snorkeling di Nusa Lembongan
Snorkeling di Nusa Lembongan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ini karena Anda dapat melihat bagaimana terumbu karang hidup di bawah laut berperan kuat dalam menjaga kelestarian alam di laut.
Untuk turut menjaga kelestarian alam, Anda dapat menanam terumbu karang. Caranya adalah dengan menanam fragmen karang dan menaruhnya pada media, seperti besi atau beton, dan diletakkan di laut untuk tumbuh.
Tips Menjadi “Responsible Traveler” Saat di Bali

1. Memilih Hotel yang Mendukung Ecotourism
Saat ini penginapan seperti, resort, villa dan hotel di Bali sebagian sudah mendukung prinsip eco-tourism dalam operasional sehari-hari. Untuk itu penting untuk memilih hotel yang mendukung prinsip tersebut untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Contoh nyatanya seperti, pengelolaan limbah dapur dan pemanfaatan solar panel untuk kelistrikan.
2. Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Untuk menjaga kebersihan, Anda dilarang membuang sampah sembarangan. Hal ini menjadi dasar utama sebagai seorang responsible traveler atau wisatawan yang bertanggung jawab. Tidak membuang sampah dengan sembarang juga merupakan sikap menghargai lingkungan dan masyarakat lokal.
3. Menghargai Budaya Setempat
Menghargai budaya masyarakat lokal juga termasuk dalam responsible traveler. Untuk itu patuhilah tata tertib saat anda mengunjungi tempat wisata budaya di Bali.
4. Mendukung Kegiatan Keuangan Lokal
Anda dapat berbelanja di pasar lokal atau UMKM untuk meningkatkan perputaran uang di masyarakat lokal. Selain itu, Anda dapat memilih restoran dengan bahan lokal yang berdampak nyata kepada petani asli Bali.
5. Kurangi Jejak Lingkungan
Selama berlibur, Anda dianjurkan untuk membawa tumbler atau botol minuman sendiri. Hal ini berguna untuk menghindari plastik sekali pakai. Selain itu, gunakan sunscreen yang reef-safe ketika ke laut agar tidak merusak kekayaan laut.
Ini Vie Hospitality: Akomodasi dengan Eco Climate Badge untuk Liburan Berarti

Eco-tourism akan lebih berarti apabila memilih akomodasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Untuk itu, wisatawan perlu memilih dengan cermat akomodasi seperti hotel, resor atau vila yang memiliki ‘Eco Climate Badge’.
Eco Climate Badge adalah penghargaan dari Eco Tourism Bali untuk tempat penginapan yang menetapkan standar keberlanjutan, seperti Ini Vie Hospitality.
Anda yang menginap di properti milik Ini Vie Hospitality yang berpartisipasi langsung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Yuk, booking sekarang juga!






